Kami bertemu pertama kali di tahun 2021. Kala itu, kami hanya berada dalam orbit pertemanan mahasiswa. Saya, Diran, telah merasakan sebuah rasa yang mendalam terhadap Mai. Namun, realitas memaksa saya untuk menekan ego, Mai masih terikat dalam komitmen dengan orang lain. Pada titik tersebut, saya memilih untuk mundur secara teratur, membiarkan harapan itu pupus demi menghargai batas-batas etika pertemanan. Dua tahun berselang, tepatnya di tahun 2023, sebuah interaksi pesan singkat menjadi titik balik yang tak terduga. Kami menemukan bahwa keadaan telah berubah, Mai tidak lagi terikat dan komunikasi yang awalnya bersifat nostalgia perlahan menjadi pembahasan serius. Kami menyadari bahwa kedekatan di masa kuliah kini telah menjadi sebuah ikatan. Meskipun kendala jarak yang membatasi interaksi fisik kami, hal tersebut bukanlah penghalang untuk mengukur sejauh mana kepercayaan dan kesetiaan sebuah hubungan dapat dipertahankan.